BERDOA
UNTUK KOTA TENOM
“Usahakanlah
kesejahteraan kota kemana kamu Aku
buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah
kesejahteraanmu”. Yeremia 29:7
Kota Tenom
merupakan kota yang agak besar, lebih maju dan lengkap dibanding kota atau
pekan lainnya di bahagian pedalaman Sabah, Malaysia. Nama kota ini diambil dari
nama pejuang suku bangsa Murut yang mendiami daerah Tenom sejak dahulu, namanya
Antenom. Meski tergolong kota kecil namun berbagai fasilitas umum tersedia.
Kota yang
dijuluki sebagai penghasil kopi terkenal di Sabah, selalu membawa kenangan bagi
yang pernah berkunjung. Menikmati segelas kopi dengan panganan bakpau atau
pisang goreng panas, rasanya memang nikmat, walau konon sebenarnya kopi Tenom
bukan lagi hasil petani Tenom tapi kopi biji dari Indonesia hanya diolah di
kilang Tenom, karena ladang kopi berubah jadi ladang sawit.
Kudengar, Tenom
memang dikenal karena sedap dan aroma kopinya......tapi pikirku mulai hari ini
akan terjadi perubahan, Tenom akan dikenal dari buah pemberitaan Injil dan iman
umat-umat Tuhan di daerah ini, menyeberang samudra membelah angkasa menembus
bangsa-bangsa, melebihi kopi itu..........dan itu tengah terjadi..........puji
Tuhan !
Untuk berbagai
keperluan masyarakat kota dan sekitarnya, Tenom menjawabnya dengan menghadirkan
pusat pebelanjaan seperti G-Mart, Besta-Mart, pasar rakyat, pusat tenaga
listrik, pusat pendidikan, rumah sakit, klinik, pusat olahraga, fitness centre,
cyber net centre, perpustakaan kota, kedai kopi, restoran, hotel berbintang
atau yang kelas murah, perbengkelan, kilang kopi, dan alat transportasi seperti
bus ke luar kota, mini bus ke perkampungan, taksi, kereta api dan sebagainya.
Gereja sebagai
pusat beribadah umat kristiani yang ada di kota sangat menonjol dan berada di
jalan utama dan pertokoan. Juga di bagian perkampungan cukup banyak, ini
menunjukkan bahwa Tenom merupakan kawasan kristiani dengan ragam organisasi
besar seperti RC, SIB, Yesus Benar, Advent, CRC, Calvary, Basel dan yang lain
lagi.
Melihat
banyaknya gereja di Tenom, aku semakin tertantang untuk berdoa, karena aku
melihat meski banyak gereja namun kesatuan antar gereja dan umat perlu
ditingkatkan, apalagi bila dikaitkan dengan program bantuan pemerintah bagi
orang kurang mampu…, penindasan politik, ekonomi, perundang-undangan, kekuatan
penguasa, yang tak boleh dianggap remeh oleh anak-anak Tuhan, sebab ini boleh
jadi sebuah strategi menggoda orang-orang percaya meninggalkan Yesus !
Untuk membongkar
rahasia serta menggagalkan rencana buruk dari pihak-pihak lain maka berdoa
syafaat adalah suatu keharusan. Banyak terdapat rumah doa atau bukit doa di Sabah,
tapi nampaknya apinya tengah pudar, perlu dinyalakan supaya berkobar-kobar
sampai tak terpadamkan ! Yang tak kalah
pentingnya hamba-hamba Tuhan tetap menjadi satu, baik dalam pelayanan gereja
maupun penginjilan., sehingga oleh pemberitaan kita kemuliaan Allah terus
bersinar di antara suku-suku bangsa yang mengasihi Dia ! Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar