GerejaPentakosta 'PraiseValley' adalah gereja lokal dari synode GEREJA PENTAKOSTA. Pengakuan DEPAG RI SK No. 165 /1989 Tgl. 27 Juli 1989 Kantor Pusat di Pematang Siantar, Sumatera Utara, Indonesia.

Selasa, 04 November 2014

LAGU BARU...



(SEBAB TUHAN BAIK ) By. Hotben Siahaan

Ya Tuhan Allah Mahabesar
Kami sujud menyembah-Mu
Tiada Allah seperti Engkau
Di langit dan di bumi...      

Ya Tuhan Allah Mahakuasa
Kami tinggikan nama-Mu
Tiada Allah seperti Engkau
Yesus Tuhan kami...

    # Sebab Tuhan baik sebab Tuhan baik
       Kami umat-Mu bersyukur
       Sebab Tuhan baik sebab Tuhan baik
       Bahwa sanya untuk selama-lamanya
       Kasih setia-Nya...

Ya Tuhan Allah Mahakasih
Kami muliakan nama-Mu
Tiada Allah seperti Engkau
Yesus Tuhan kami...


KKR




Tips

MENYELENGGARAKAN

KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI

Oleh : Hotben Siahaan


Tak lama lagi kita akan merayakan peringatan akan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga. Sepengamatan kami gereja sudah sering mengadakan pesta perayaan sedemikian ini dengan kegiatan ibadah yang amat meriah. Ada yang membuat konser musik, drama , kebaktian di mpadang di pantai, dan juga Kebaktian Kebangunan Rohani. Tapi dalam hal ini kita masih menjumpai kendala-kendala yang dihadapi panitia penyelenggara. Karena itu kami menghadirkan tips bagaimana menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani pada even tertentu.

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) merupakan wadah pelayanan pekabaran Injil untuk mendemonstrasikan kuasa Allah di tengah-tengah umat Tuhan dan masyakat umum. Dari ruang-ruang yang kecil, sampai ruangan super hall atau stadium olah raga yang menampung ratusan ribu, atau lapangan terbuka yang mampu menampung jutaan orang seperti arena Carnaval Ancol Jakarta yang pernah digunakan Pastor Benny Hinn, merupakan strategy yang sangat menguntungkan dalam pelaksanaan usaha memenangkan jiwa bagi Tuhan.

Memang tidak semua hamba Tuhan memiliki karunia sebagai pelayan pengkhotbah di KKR, tetapi semua orang dapat dipakai Tuhan untuk menerima lawatan Allah secara dahsyat seperti tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:17-18.

“Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikianlah firman Allah-bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua menusia; maka anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laku dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. “

I.       Tokoh utama teladan para pelayan KKR dari Perjanjian Baru.

Tuhan Yesus Kristus. Melayani di kota dan di desa (Matius 9:35), mengadakan mujizat 5 roti 2 ikan (Matius 14:13-21), menyembuhkan berbagai penyakit (Matius 15:29-31)
Murid-murid Yesus. Petrus, berkhotbah di Yerusalem (KPR 2:14-41) memenangkan 3000 jiwa., Filipus menginjil di Samaria (KPR 8:4-9), Paulus, Barnabas dan teamnya di Antiokia (KPR 19:1-12)

II.    Tokoh KKR yang telah memenangkan banyak jiwa-jiwa bagi Tuhan.

1.    DR. John Sung, penginjil dari Tiongkok yang telah menjungkirbalikkan kota Jakarta, Surabaya, Semarang, Kalimantan, sehingga banyak orang-orang Tionghoa yang percaya kepada Yesus.
2.    DR. Billy Graham, mendobrak modernisasi Amerika, Eropah, dan menjalar hingga Asia termasuk Korea dan Indonesia dengan Injil Kristus.
3.    Pdt. DR. David Yonggi Cho dari Korea Selatan dengan jutaan jemaat yang dijarah dengan pola gereja sel dan menjadi gereja terbesar di dunia saat ini, sekaligus menjadi model bagi gereja-gereja di berbagai belahan dunia.
4.    Rev. Reinhard Bonnke, singa dari Jerman yang mencabik-cabik kebobrokan Afrika dengan Injil Kristus.

Catatan :
Penghunjukan nama-nama tersebut, hanya sebagai motivator kita dari hasil kerja keras pelayanan mereka yang positif bagi kita, bukan jadi panutan !

III. Ada 10 Tips bagi seorang pelayan KKR.

1.       Punya roh doa, berpuasa, menyembah, menggali dan merenungkan firman Tuhan.
2.       Melangkah bersama Tuhan.
3.       Peka akan aliran Roh Kudus.
4.       Beritakan Injil dengan murni, dengan penyampaian yang jelas.
5.       Jangan menyinggung gereja atau kelompok tertentu.
6.       Tinggikan Tuhan dalam khotbahmu
7.       Hargai dan hormati hamba Tuhan yang lain.
8.       Perhatikan waktu, situasi dan lingkungan.
9.       Biar kita makin kecil, Tuhan makin besar.
10.    Delegasikan pelayan lain untuk masuk pelayanan ini.

IV.  Membentuk team KKR yang solid

A.     Menyampaikan visi, misi dan goal setting
Visi : Menyampaikan gambaran yang besar dan luar biasa untuk masa depan yang ingin dicapai bagi kepentingan bersama.
Misi :  Menunjukkan bagaimana cara terbaik untuk mencapai visi
Goal setting : Mendesign langkah-langkah yang praktis dan terfokus untuk mencapai visi dan misi.

B.     Membagi personil

1.       Membentuk kepanaitiaan: ketua, wakil, bendahara, sekretaris dan seksi-seksi.
2.       Team doa:  Pendoa syafaat, konselor, dan perisai doa pada tiga lokasi.
-     Lapis pertama 4 orang di dekat pengkhotbah.
-     Lapis ke dua 4 orang membaur dengan jemaat.
-     Lapis ke tiga 4 orang berpencar.
3.   Team Administrasi, recruitman.
4.   Team musik: song leader, singer, musisi, penari, OHP-LCD Projector, soundman, production.
5.   Team penunjang: IT, lighting, kameraman, dekorasi, keamanan.

V.     KKR, SEMINAR & Promotion

Ada kalanya dalam kegiatan KKR besar-besaran kita perlu memanfaatkan waktu, moment semaksimal mungkin. Melibatkan banyak pihak karena kita menghadirkan pembicara yang terkenal dan, punya pengaruh besar. Untuk memaksimalkan kehadirannya kita perlu membuat kegiatan tambahan yang tidak kalah pentingnya dengan KKR itu. Ada seminar, lokakarya, pameran bahkan pembukaan stand-stand penjualan buku, kaset, VCD dan lainnya. Dan untuk mensukseskan acara ini kita bekerja sama dengan pembicara seminar, penerbit dan perusahaan rekaman atau lembaga-lembaga yang mau berpromosi pada masa KKR itu.

VI.              Bagaimana Benny Hinn Membangun Team KKR- nya

Untuk membangun team pelayanan yang solid, kita perlu belajar dari hamba-hamba Tuhan senior yang telah berhasil melayani secara internasional, salah satunya Rev. Benny Hinn...Belajar dari yang positifnya !

1.    Membuat program sendiri tanpa harus menunggu undangan.
2.    Mengadakan KKR di gedung-gedung besar atau stadion.
3.    Membuat laporan KKR, mujizat dan puji-pujian melalui bermacam-macam media seperti televisi, radio, majalah, traktat.
4.    Mengadakan altar call, mendoakan orang-orang yang sakit
5.    Menyatakan kuasa Tuhan

1.  Rahasia keberhasilan Benny Hinn membangun teamnya adalah :

1.       Mencari orang-orang yang diurapi dalam pelayanan mereka sebagaimana Benny Hinn  diurapi Tuhan dalam pelayanan demikianlah calon pelayan yang boleh masuk.
2.       Mempercayai mereka untuk menjalankan tugas mereka sehingga Benny Hinn bebas dan terfokus pada pelayanan inti, jika tidak get out !

2.  Prinsip Benny Hinn membangun pelayanan dan rumah tangganya adalah :

1.       Memulai pelayanan di rumah tangga sendiri adalah tanggung jawab sebagai suami atau ayah..
2.       Menyatakan pelayanan seluas-luasnya bagi dunia adalah tanggungjawab dari Tuhan kepada dunia.

3.  Bagaimana Benny Hinn menata pelayanannya ?

1.       Pola ibadah KKR dan pengajaran.
2.       Memilih team musik yang bersemangat, berapi-api dan komitmen.
3.       Melibatkan team penari dan paduan suara, vokal latar.
4.       Membiayai dan merekam sendiri produk-produk pelayanan di kantor.
5.       Merekam video dengan setting gereja, panggung dan diiringi musik sebagai latar.
6.       Menerima surat-surat, kesaksian dan dukungan misi melalui kotak pos (30.000 sehari)
7.       Pelayanan TV “This is Your Day “ dan “ Miracle  Invasion”

 4. Bagian-bagian pelayanan dalam team Benny Hinn sbb :

Keuangan, Musik, Pembangunan dan Artistik, Bagian Perkunjungan, Pengacara Kristen, Akuntan Publik, Penata suara / Sound System, Hubungan Mitra-mitra Pelayanan, Follow Up, Keamanan, Korespondensi, Agenda Jadwal Pribadi, Asisten Pribadi, Penyemangat, Rekan-rekan Penginjil, dan Pengajar-pengajar.

Oleh: Hotben Siahaan.



























MURUT, anduli pahakaku !



1.     Suku bangsa Murut selayang pandang

Asal usul

Menurut beberapa sumber, kata “Murut” di Sabah mengandung arti kumpulan penduduk yang tinggal di lereng bukit atau tanah tinggi di pedalaman yang mempunyai hubungan rapat dengan suku Dusun. Sementara mengikut Porllard, istilah Murut berasal dari akar kata “purut” iaitu “berian” atau “hantaran mas kahwin.”

Sejarah mencatat bahwa suku bangsa Murut merupakan suku yang tertua di Sabah yang datang dari Annam, Indo-China dan kepulauan Filipina. Sekarang menyebar baik dalam kelompok besar atau kecil di Sabah, Sarawak hingga di wilayah perbatasan Kalimantan Indonesia. Sekarang dengan mudah kita menjumpai mereka di daerah Tenom, Kemabong, Pensiangan, Sook, Nabawan, Keningau, Sipitang dan daerah sekitarnya.

Suku ini juga merupakan suku etnik ketiga terbesar di sabah. Di Sarawak pula, terdapat juga kaum Murut, akan tetapi suku kaum ini amat sedikit kerana kaum ini terletak di bawah kaum Orang Ulu, yaitu mewakili peribumi kecil saja. Dan umumnya kita dapat mengenal mereka dalam tiga sub: Murut Tahol atau Tagal, Tidung, Timugon, Sembakung, Paluan, Bookan, Kalabakan dan Murut Serundung.

Perubahan karena Injil

Pada mulanya, kaum Murut banyak tinggal di rumah panjang dari bahan kayu, di pedesaan dan berhampiran di tepi sungai. Namun sejak tahun 80-an, apalagi setelah Berita Injil tersebar luas dan menjadi berita utama yang membawa keselamatan dan perubahan, banyak putra-putri Murut merantau ke daerah lain, baik menimba ilmu atau bekerja di hampir seluruh Malaysia bahkan ke luar negeri. 

Namu demikian, bagi mempertahankan tanah leluhur, pola hidup lama masih dipertahankan terutama yang masih tinggal di daerah asal. Seperti bertani, beternak dan berdagang. Hasil pertanian seperti padi sawah dan darat, menaman sayur-sayuran, buah-buahan, beternak ikan tawar, ayam, lembu dan kerbau. Tanaman keras seperti kelapa makan, kelapa sawit, karet, kopi, coklat juga dikelola penduduk secara kecil-kecilan untuk disalurkan kepada perusahaan besar milik swasta.

Saat ini banyak juga orang suku Murut yang bekerja di pemerintah sebagai pemimpin daerah, wakil rakyat, pegawai, guru, polisi, tentara, dokter, perawat, wartawan, pensiarah dan pekerjaan lainnya seperti mekanik, industry rumah, bisnis umum, kontraktor, karyawan di perusahaan swasta dan perdagangan umum, tidak kalah dengan suku bangsa lainnya. Yang menjadi hamba Tuhan juga banyak, baik jadi gembala, penginjil, pengajar dan penerbit lagu-lagu rohani.

Umumnya suku bangsa Murut menganut agama Kristen dengan organisasi besar seperti gereja: SIB, RC, Yesus Benar, Advent, Calvary, CRC dan beberapa gereja lainnya. Konon cerita lama para orang tua, sebelum mengenal Tuhan Yesus, orang Murut percaya kepada ajaran nenek moyang yang juga percaya kekuatan mistik, perdukunan. Namun oleh usaha para misionaris luar negara dan hamba-hamba Tuhan dari berbagai tempat banyak orang Murut datang kepada Yesus dan beribadah dengan setia kepada-Nya, bahkan banyak juga yang menjadi hamba Tuhan yang membawa impak besar bagi suku bangsa lainnya.